Persiapan Anak Masuk TK

Apakah anak anda sedang mempersiapkan diri untuk masuk TK? apa saja persiapan anak sebelum masuk TK?
 

Anak yang akan masuk ke sekolah khususnya TK perlu belajar beberapa hal yang membuat mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Adaptasi ini akan sangat diperlukan untuk membuat anak dapat bersosialisasi dengan baik di lingkungan baru. Nah kali ini Top Guru akan berbagi tips mempersiapkan anak masuk TK. Yuk simak artikel ini biar persiapan anak anda untuk masuk TK semakin matang.

Latih Kemandirian Anak

Kemandirian adalah faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang mandiri akan tampak dari perilakunya. Anak yang mandiri biasanya akan terlihat aktif, tekun, bertanggung jawab, dan percaya diri. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Berikan kesempatan kepada anak untuk mulai berpakaian sendiri

Melatih kemandirian anak dapat dimulai dari hal kecil, salah satunya berikan kesempatan anak untuk berpakaian sendiri. Dapat dimulai dengan membiarkan anak memilih pakaian sendiri. Kemudian kalau sudah terbiasa memilih sendiri, anak dapat mulai memakai pakaian sendiri.

2. Latihlah anak untuk menggunakan toilet secara mandiri

Buang air sendiri di toilet merupakan salah satu hal yang sangat penting agar anak jadi lebih mandiri. Saat anak masuk TK, anak perlu belajar untuk menggunakan toilet di tempat umum. Latihan menggunakan toilet di rumah perlu dilakukan untuk mempersiapkan anak agar bisa menggunakan toilet umum. Latihan ini dapat dimulai dengan menjelaskan ke anak kenapa harus mandiri di toilet dan menjelaskan fungsi toilet (flush, kloset, gayung, dll). Latihan ini perlu dilakukan secara konsisten agar anak terbiasa.

3. Ajarlah anak untuk bertanggung jawab dengan barang mereka sendiri

Ketika masuk TK anak akan bertemu dengan anak-anak lain. Untuk itu, anak perlu dilatih untuk bertanggung jawab dengan barang milik mereka sendiri. Latihan ini dapat dimulai dengan mengajari anak cara merapikan barang atau merawat barang-barangnya. Selain itu anak juga dilatih untuk mengecek kelengkapan barangnya. Latihan ini dapat dimulai di rumah sampai anak terbiasa.

4. Latihlah anak anda untuk makan sendiri.

Saat masuk TK anak akan makan siang bersama teman-temannya. Pastikan anak anda sudah siap untuk menghadapi situasi tersebut. Tips untuk menghadapinya adalah biasakan anak anda untuk makan sendiri di rumah. Bahkan anda bisa melatih anak untuk menyiapkan makanan di piringnya sendiri saat makan, sehingga saat di sekolah anak sudah terbiasa untuk mengatur makanannya. Latih juga untuk membuka lunch boxnya agar jangan sampai tumpah atau jangan sampai berantakan. Usahakan anak terbiasa menjaga kerapian dan kebersihan sampai menutup kembali lunch boxnya.

5. Mengikuti rutinitas yang terstruktur.

Anak akan menghadapi rutinitas-rutinitas yang terstruktur ketika masuk sekolah. Karena itu, latih anak untuk menyukai rutinitas tersebut. Rutinitas tersebut misalnya: jam bangun pagi, jam berangkat sekolah pagi, jam makan siang, jam tidur teratur, dan lain-lain. Anak yang menyukai dan mengikuti rutinitasnya akan dapat melakukan prioritas saat melakukan kegiatan. Anak akan tahu kapan waktunya berangkat sekolah dan akan buru-buru saat akan terlambat. Kalau anak menyukai rutinitasnya, anak akan bangun lebih awal untuk menyiapkan rutinitasnya atau gampang dibangunkan untuk menjalankan rutinitasnya.

6. Mengikuti Instruksi

Nah anak di sekolah tentu wajib untuk patuh terhadap apa yang gurunya katakan. Latihan ini dapat dimulai dari kebiasaan di rumah. Mulai latih anak untuk mengikuti instruksi dari yang ringan sampai yang rumit. Latihan ini berguna bagi mental anak untuk menerima dan menjalankan instruksi. Berikan hadiah atau apresiasi setiap instruksi yang dijalankan anak. Apresiasi dapat dilakukan dengan pelukan hangat atau ucapan terima kasih.

7. Keselamatan di jalan (lalu lintas) bagi anak.

Anak akan dilepas untuk beraktivitas di sekolah, sehingga anak harus bisa menjaga diri sendiri dari semua kemungkinan yang akan terjadi. Hal penting yang perlu anak ketahui adalah keselamatan di jalan. Keselamatan itu meliputi situasi saat anak berjalan kaki atau berada di kendaraan. Latihannya dapat dimulai dengan mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, fungsi trotoar dan zebra cross, serta fungsi-fungsi jalan lainnya. Selain itu anak juga perlu mengetahui cara menyebrang untuk selalu lihat kanan kiri dan periksa kembali kendaraan yang lewat. Anak juga perlu menjaga dirinya saat berada di kendaraan, misal anak di dalam mobil tidak boleh mengeluarkan tangan lewat jendela, atau anak di atas motor harus memeluk pengendara.

Mengembangkan Kemampuan Bersosial

Kemampuan bersosial adalah suatu bentuk sosialisasi, dimana anak mulai berinteraksi denga orang lain atau dengan lingkungan. Kemampuan ini tidak terbentuk begitu saja, tetapi perlu distimulus dan dikembangkan. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Jelaskan aturan dan cara mengikuti instruksi

Anak yang akan memasuki lingkungan sosial perlu belajar aturan untuk melakukan sesuatu sesuai arahan yang ada. Latihlah anak dengan memberikan aturan-aturan sederhana misal bagaimana bersikap ramah kepada orang lain atau bagaimana merawat lingkungan. Hal kecil ini akan sangat berguna bagi anak dan lingkungan sosialnya.

2. Bersosialisasi dengan teman sebaya dan berikan kesempatan kepada anak untuk bermain dengan anak lain, berbagi dan bergiliran

Bermain dengan teman sebaya akan melatih anak untuk mengembangkan kemampuan bersosial anak. Biarkan anak berinteraksi dengan anak lain atau teman baru untuk membuat anak percaya diri dalam membangun komunikasi. Kemudian anak yang sudah bisa berinteraksi dapat diarahkan untuk jangan takut berbagi sesuatu atau melakukan kegiatan secara bergilir.

3. Bermain Permainan Kelompok

Bermain dengan teman sebaya akan melatih anak untuk mengembangkan kemampuan bersosial anak. Biarkan anak berinteraksi dengan anak lain atau teman baru untuk membuat anak percaya diri dalam membangun komunikasi. Kemudian anak yang sudah bisa berinteraksi dapat diarahkan untuk jangan takut berbagi sesuatu atau melakukan kegiatan secara bergilir.

4. Bantu anak untuk mampu menghadapi konflik

Konflik tidak bisa dihindari ketika masuk lingkungan sosial. Anak perlu dibekali strategi untuk bagaimana menyelesaikan konflik, misalnya meminta maaf kalau salah atau melerai teman yang sedang bertengkar. Strategi yang diberikan kepada anak dari ajaran di rumah akan menjadi bekal yang baik bagi anak.

Mengembangkan resiliensi anak

Resiliensi berarti kemampuan anak untuk bertahan terhadap kondisi yang kurang baik dilingkungannya atau bangkit kembali setelah mengalami hal buruk. Kemampuan ini sangat penting untuk melatih rasa percaya diri dan sikap optimis anak sehingga tidak cepat menyerah. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Dorong anak untuk berani mengeluarkan pikiran dan kemauan mereka

Ketika memasuki lingkungan sekolah anak akan menghadapi banyak ide dan diskusi. Latihlah anak anda agar terbiasa mengutarakan apa yang ada dipikiran mereka dan apa yang mereka inginkan. Kebiasaan ini membuat anak dapat memutuskan suatu hal dan punya pendirian ketika berada di lingkungan sosial.

2. Latih anak untuk bertanggung jawab

Tanggung jawab punya peran penting dalam menyiapkan anak sebelum masuk sekolah. Latihlah anak dari hal-hal kecil yang anak lakukan di rumah. Orang tua dapat memberikan tanggung jawab kecil seperti merapikan tempat tidurnya atau merawat barang-barang anak.

3. Berikan anak kesempatan untuk memecahkan masalahnya sendiri

Ketika anak melewati masalah sesekali biarkan anak berpikir solusinya. Jangan langsung membantu, sehingga anak lebih mandiri dan bertanggung jawab. Dengan kebiasaan ini anak akan terbiasa mencari solusi untuk masalahnya sendiri ketika berada di sekolah nantinya.

4. Biarkan anak membuat kesalahan

Jangan takut apabila anak membuat kesalahan. Kesalahan adalah cara anak belajar langsung menemukan solusi. Walaupun orang tua tahu kalau anak membuat kesalahan, terkadang biarkan saja jika tidak fatal, anak akan banyak belajar dari kesalahan tersebut. Selain itu, anak akan lebih mengingat kesalahan tersebut sebagai pelajaran.

Meningkatkan kemampuan berbahasa

Perkembangan bahasa sangat dibutuhkan anak untuk memulai komunikasi yang baik. Mengembangkan bahasa dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Lakukan percakapan dengan anak tentang topik sehari-hari

Kebiasaan berkomunikasi dalam rumah dapat dimulai dengan membahas topik sehari-hari. Topik-topik ringan seperti makanan yang enak, kegiatan di rumah, atau jenis mainan yang anak punya. Banyak hal yang dapat dibahas membuat anak terbiasa berkomunikasi dan memberi tanggapan.

2. Menyanyi Bersama

Menyanyi adalah salah satu cara terbaik untuk berlatih bahasa karena otak lebih gampang mengingat kata-kata dengan alunan nada. Gunakan cara ini sebagai langkah awal untuk menyiapkan kemampuan berbahasa pada anak.

3. Buat sajak atau puisi konyol

Sajak atau puisi lucu atau konyol dapat membuat anak tertawa dan gembira. Selain itu dapat juga membantu anak mengingat kata-kata dalam puisi tersebut. Dengan bantuan puisi singkat yang mudah diingat anak akan mudah memahami kalimat.

4. Main game untuk melatih kata-kata

Permainan merupakan hal yang menarik buat anak, dengan permainan yang berisi pelajaran anak akan belajar lebih efektif. Permainan kata-kata yang paling sederhana misalnya “dapatkah kamu menebak hewan dengan huruf awal A?”. Untuk permainan kata-kata lain dapat mengunjungi link  pembelajaran top guru untuk template permainan-permainan menarik.

5. Lihat dan baca tanda-tanda

Untuk melatih bahasa anak dapat membiasakan dengan membaca tanda-tanda yang anak lihat. Misalnya tanda toilet pria dan wanita atau tanda dilarang merokok pada tempat pengisian bahan bakar. Tanda-tanda tersebut melatih anak mengingat frasa dilingkungan sekitarnya sehingga memudahkan anak yang akan masuk ke TK.

Meningkatkan Kemampuan melakukan percakapan

Anak akan sangat membutuhkan kemampuan melakukan percakapan. Dengan bahasa yang baik dan intonasi yang jelas untuk berkomunikasi antar anak atau dengan orang sekitar. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Jadikan hal atau benda sehari-hari alat untuk mengembangkan bahasa

Anak dapat diarahkan untuk menceritakan tentang apa yang disukai. Misal anak menyukai hewan maka biarkan anak mengembangkan deskripsi tentang hewan. Jika anak menyukai bunga, maka anak dapat menceritakan apa yang dia suka dari bunga itu atau apa yang ada dalam bunga.

2. Lakukan percakapan secara rutin dan berikan pertanyaan

Percakapan yang konsisten adalah kunci berkembangnya kemampuan bahasa anak. Selain itu pertanyaan membuat anak punya sikap kritis untuk menjawab. Jadi percakapan disertai pertanyaan akan akan membentuk komunikasi yang baik pada anak.

3. Arahkan anak untuk menanyakan alasan

Pertanyaan kenapa yang sering diajukan anak membuat anak terbiasa punya rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini yang memacu kemampuan belajar anak. Dengan kebiasaan ini anak akan punya bekal yang baik untuk masa depannya.

4. Menanggapi dan mendengarkan ide orang lain

Anak perlu belajar menanggapi temannya atau menghargai ide temannya. Hal ini dapat membuat anak dapat beradaptasi dengan teman-temannya. Kebiasaan ini dapat dimulai dari rumah dan orang tua pun dapat menjadi contoh dalam membangun komunikasi seperti ini.

Meningkatkan minat baca

Membaca adalah jendela ilmu. Seperti ungkapan tersebut, membaca akan membuat anak berwawasan luas dan mampu memahami sesuatu. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Biasakan anak-anak membaca apa yang ada di sekitarnya

Banyak hal disekitarnya yang dapat dijadikan bahan bacaan anak. Bacaan di sekitar anak seperti instruksi obat, buku cerita, komik, atau puisi dapat menjadi bacaan untuk memulai minat baca anak.

2. Mengenali nama mereka dan bunyi nama mereka

Saat anak masuk TK anak akan banyak bertemu dengan orang baru dan banyak memperkenalkan nama mereka sendiri. Ini pentingnya anak menguasai nama mereka dan pengucapan nama mereka.

3. Menebak cerita dari sampul depan buku

Jadikan permainan tebak-menebak isi buku dengan hanya membaca sampul buku. Orangtua dapat mulai dari sampul buku majalah anak, komik, atau buku anak-anak lainnya.

Meningkatkan kemampuan Menulis

Saat akan masuk TK anak dapat mulai belajar menulis. Menulis merupakan cara yang baik untuk melatih kemampuan motorik halus anak. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Mulai kenalkan alat tulis

Berbagai macam alat tulis tersedia bagi pembelajaran anak. Orang tua dapat mulai mengenalkan ke anak cara menggunakan pensil, crayon, pulpen, penghapus, atau spidol. Sejak dini membiasakan anak semakin baik karena anak akan lebih terbiasa menggunakan alat-alat tersebut.

2. Cara pegang alat tulis

Tunjukan anak cara memegang pensil dengan benar. Bagaimana posisi ibu jari dan jari lainnya, sehingga pensil stabil. Beri pujian ketika anak dapat memegang dengan stabil dan mulai mencoret kertas.

3. Permainan untuk melatih otot tangan

Saat menulis otot tangan perlu stabil untuk menghasilkan tulisan yang baik. Latihan dapat dimulai dengan memainkan play dough, permainan kerajinan tangan, menggunting atau menggambar abstrak. Latihan menebali garis juga merupakan latihan yang baik untuk anak. Template dapat di download pada website Top Guru.

4. Latihan mengenali kata-kata

Melatih kata-kata dapat dimulai dengan menulis. Bisa dimulai dengan menulis satu persatu abjad sampai lancar, kemudian membentuk kata-kata sederhana. Selain itu latihan dapat dilakukan juga dengan menulis nama sendiri, sehingga anak akan memiliki rasa senang karena berhasil menulis namanya sendiri.

Meningkatkan koordinasi fisik anak

Anak kecil tidak seperti orang dewasa yang telah dapat melakukan segala aktivitas yang melibatkan koordinasi antar tubuh langsung tanpa perlu latihan. Bagi anak latihan koordinasi ini penting untuk memulai sebuah aktivitas, seperti menulis butuh koordinasi otak, mata dan tangan. Latihan ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Koordinasi mata dan tangan

Latihan ini dapat dimulai dengan permainan-permainan sederhana. Permaianan seperti lego, bongkar pasang, puzzle, menggambar atau play dough sangat baik untuk melatih koordinasi mata dan tangan pada anak. Lakukan latihan ini secara konsisten.

2. Aktivitas Fisik

Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan seperti memanjat, melompat, perosotan, melempar dan menangkap bola atau aktivitas sejenis. Aktivitas-aktivitas ini baik untuk fisik anak. Fisik anak yang baik sangat berpengaruh pada perkembangan otak dan pola piker anak.

Meningkatkan kemampuan matematika

Matematika sangat penting bagi anak, kondisi otak anak sangat cepat menyerap ilmu baru. Selain beguna saat mengidentifikasi sesuatu, matematika juga berguna bagi kehidupan sehari-hari. Latihan kemampuan matematika ini dapat dimulai dengan hal-hal berikut:

1. Bermain dengan angka

Membiasakan anak bermain dengan angka merupakan cara tercepat memperkenalkan matematika pada anak. Anak senang bermain sehingga gunakan permainan sebagai sarana belajar angka dan matematika. Permainan angka dapat berupa flash card, permainan mencocokan, melihat jumlah objek pada gambar, atau menyanyi lagu yang berkaitan dengan angka.

2. Identifikasi dan mengenali angka pada aktivitas sehari-hari

Matematika bukan suatu bentuk hafalan saja, tetapi pemahaman konsep. Untuk membiasakan dengan matematika dan angka adalah latih anak untuk menganalisa angka dalam kehidupan sehari, misalnya ada dua mobil yang lewat depan rumah. Latihan tentang angka pada aktivitas sehari-hari ini membuat anak paham konsep angka.

3. Bermain dengan Pengukuran

Anak dapat tertarik dengan angka jika angka-angkat dipraktikan langsung. Salah satunya adalah dengan pengukuran. Pengukuran dapat dilakukan mulai dari berat badan atau tinggi anak dan biarkan anak menghafalnya. Selain itu pengukuran seperti setengah buah semangka, dua buah apel dan sebagainya akan sangat menarik bagi anak jika dilakukan dengan cara yang tepat.

4. Belajar tata letak objek

Belajar matematika tentang memahami konsep. Cara awal memahami konsep bisa dengan mengajari tentang konsep di atas, masuk, keluar, atau nyala. Misalnya berapa buah yang ada di atas meja atau berapa buah yang di dalam kardus dan di luar kardus. Latihan ini akan membuat anak menganalisa sampai terbiasa memahami konsep tata letak.